Inilah Kelebihan dan Kekurangan Tanaman Transgenik

Inilah Kelebihan dan Kekurangan Tanaman Transgenik

19/06/2021 Off By transge1rF

Inilah Kelebihan dan Kekurangan Tanaman Transgenik Produksi tanaman jenis ini dimulai dengan identifikasi gen sesuai dengan hasil genetik yang diinginkan. Gen ini tidak hanya bisa didapat dari tumbuhan lain, tapi termasuk bakteri, hewan, dll. Kemudian lanjut ke langkah selanjutnya, yaitu mengkloning atau menyalin gen yang didapat.

Inilah Kelebihan dan Kekurangan Tanaman Transgenik

transgenicsfora – Pada bagian kloning ini, gen asing dimasukkan ke dalam vektor kloning, kemudian vektor kloning dimasukkan ke dalam bakteri yang berperan sebagai tempat replikasi DNA. Jika gen yang diperoleh dianggap cukup, tugas terakhir adalah mentransfer gen asing ke anggota tanaman tertentu. Misalnya daun, batang dan sebagainya anggota.

Namun, memproduksi tanaman dengan teknologi transgenik ini memerlukan identifikasi pro dan kontra. Berbagai asumsi tentang kelebihan dan kekurangan teknologi ini masih menjadi tanda tanya yang menimbulkan keraguan berbagai pihak.

Berbagai manfaat tanaman transgenik

1 Tahan serangan hama

Salah satu manfaat menggunakan GMO adalah memberdayakan tanaman dari serangan hama. Hal ini tentunya akan meningkatkan keuntungan bagi petani karena mereka bisa mendapatkan pengembalian investasi yang optimal. Hama dikenal sebagai salah satu ancaman terburuk bagi tanaman. Selain penurunan hasil, ada juga risiko gagal panen. Selain itu, penggunaan pestisida pada tanaman mengalami penurunan yang signifikan.

Baca Juga : Ilmuwan Mulai Teliti Obat Herbal Ini untuk Pengobatan Covid-19

2. Tahan terhadap kondisi lingkungan

Jenis tanaman ini lebih tahan dibandingkan tanaman aslinya. GMO dapat bertahan hidup bahkan dalam kondisi cuaca ekstrim. Rekayasa genetika tanaman ini telah menghasilkan tanaman yang andal dalam menghadapi perubahan aspek alam.

3. Panen melimpah

Petani juga diuntungkan dengan pemanfaatan teknologi tanaman transgenik berupa hasil panen yang melimpah. Karena transfer gen dapat meningkatkan kualitas tanaman sehingga menjadi lebih produktif. Hal ini tentu saja memiliki manfaat ekonomi bagi petani yang menanam transgenik.

Berbagai kerugian tanaman transgenik

1. Risiko gangguan kesehatan

Salah satu dampak negatif budidaya transgenik yang paling ditakuti adalah risiko gangguan kesehatan. Sebagaimana dijelaskan dalam beberapa penelitian, gen penanda pada tanaman dapat ditransfer ke organisme lain seperti virus dan bakteri.

2. Penghancuran tanaman asli

Dengan berkembangnya budidaya tanaman transgenik dapat mengancam populasi tanaman lokal. Alasannya sederhana, GMO jenis ini memiliki kualitas dan hasil yang tinggi. Ketika petani beralih ke GMO, tanaman asli perlahan-lahan dibuang. Bahkan, kepunahan spesies asli dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.

3. Transfer gen horizontal

Saat memproduksi tanaman transgenik, sebagian besar menggunakan penanda yang dapat dipilih. Hal ini menyebabkan efek transfer gen pada bakteri di saluran pencernaan manusia dan hewan yang memakan tanaman ini. Ketika ini terjadi, itu dapat memperburuk efek kesehatan yang negatif. Selain itu, bakteri yang terinfeksi di dalam tubuh, termasuk resistensi antibiotik, membuat penyakit sulit disembuhkan.