Tanaman Transgenik: Tanaman Unik Hasil Rekayasa Genetik

Tanaman Transgenik: Tanaman Unik Hasil Rekayasa Genetik

29/06/2021 Off By transge1rF

Tanaman Transgenik: Tanaman Unik Hasil Rekayasa Genetik Pernahkah Anda mendengar kata GMO? Apa sebenarnya tanaman transgenik itu? Transgenik berarti memiliki materi genetik (DNA) dari organisme lain. Jadi, tanaman transgenik adalah tanaman yang memiliki gen atau mewarisi gen dari organisme lain dan bisa juga disebut organisme hasil rekayasa genetika (genetically modified organism). Pengenalan gen ini biasanya diarahkan pada budaya makanan untuk menciptakan kualitas hidup yang lebih baik dari sebelumnya. Contoh manfaat agar tanaman pangan lebih tahan terhadap kerusakan, lebih toleran terhadap panas, dingin atau kekeringan dan masih banyak lagi manfaat lainnya.

Tanaman Transgenik: Tanaman Unik Hasil Rekayasa Genetik

Jadi bagaimana Anda memperkenalkan gen ke dalam tanaman? Sulit?

transgenicsfora – Penyisipan gen ke dalam tanaman membutuhkan proses yang sulit dan panjang. Untuk menyisipkan gen ke dalam sel tumbuhan, kita membutuhkan vektor tertentu. Vektor merupakan organisme yang berguna sebagai kendaraan pengangkut materi genetik yang dapat diintroduksi. Sel tumbuhan tidak memiliki plasmid seperti bakteri, sehingga pilihan vektor yang berpotensi untuk memperkenalkan gen ke dalam sel tumbuhan terbatas.

Sampai saat ini, Agrobacterium tumefaciens merupakan vektor terbaik untuk pemanfaatan gen dan tanaman. Hal ini karena bakteri kemudian memiliki plasmid Ti (tumor inducing plasmid) yang dapat berintegrasi ke dalam DNA tanaman.

Baca Juga : Teknologi Tanaman Transgenik

Berikut adalah beberapa langkah untuk memasukkan gen ke dalam sel tumbuhan:

Plasmid Ti yang mengandung bakteri Agrobacterium dihilangkan dari sel bakteri Agrobacterium setelah itu dipotong bersama dengan enzim restriksi endonuklease.
2. Isolasi DNA mengkodekan protein (gen) yang kita inginkan dari organisme tertentu.
3. Tempatkan gen yang kita inginkan di sebelah plasmid dan rekatkan dengan enzim DNA ligase.
4. Masukkan plasmid yang dimasukkan ke dalam gen Agrobacterium.
5. Plasmid yang telah tertanam gen dapat diduplikasi terhadap bakteri Agrobacterium.
Selain itu, bakteri dapat masuk ke sel tumbuhan dan mentransfer gen.
7. Kemudian sel tumbuhan dapat membelah. Setiap sel anak dapat menerima gen baru dalam kromosom sel tumbuhan dan dapat membentuk sifat baru (yang cocok dengan gen yang disisipkan).

terlihat bahwa bakteri yang terintegrasi dengan plasmid Ti dapat diintroduksikan ke dalam potongan kecil sel tanaman/eksplan (misalnya potongan daun kecil). Metode ini disebut DNA plasmid yang terdapat pada sel bakteri dan sel tumbuhan disebut transformasi. Di sini, gen spesifik yang mengkode protein yang terkait dengan plasmid Ti dapat dimasukkan ke dalam kromosom tanaman.

Selain itu, tanaman yang sudah memiliki gen khusus dapat dibudidayakan/ditumbuhkan secara in vitro (di luar tubuh tanaman, jika di atas cawan petri). Tanaman esplanade kemudian dapat tumbuh menjadi rumpun (kelompok sel) yang dapat diinduksi untuk membentuk batang dan akar. Kuda ini bisa tumbuh di tumbuhan (tanaman kecil). Bibit kemudian dapat tumbuh menjadi tanaman transgenik individu yang dapat ditanam di tanah.

Baca Juga : Fakta Menarik Anjing Laut, Mamalia Air yang Cinta Damai

Lalu, bagaimana kita mengenali bahwa gen berikutnya telah berhasil masuk ke dalam sel tanaman dan menjadi tanaman transgenik?

Untuk menemukan gen spesifik yang mengkodekan protein yang ingin kita masukkan atau tidak ke dalam tanaman, kita memerlukan tes/studi. Misalnya, kecuali jika kita memasukkan gen yang mengkode kanamisin, kita dapat memasukkan kanamisin ke dalam media dan menempatkan sel tumbuhan yang mengkodekan gen yang mengkodekan kanamisin. Tanaman yang diintroduksi ke dalam gen yang mengkode kanamisin dapat tumbuh di lingkungan, sedangkan sel tanaman yang tidak diintroduksi tidak dapat tumbuh di lingkungan.

Apa contoh tumbuhan transgenik?

Contohnya adalah Nasi Emas. Beras Emas ini merupakan hasil penelitian bioengineer Swiss, Ingo Potrykus (Swiss Federal Institute of Technology) dan Peter Beyer (University of Freiburg). Beras emas berbeda dengan beras putih biasa karena memiliki warna kekuningan. Kenapa bisa begitu? Hal ini karena beras kemudian diperkenalkan dengan gen yang dapat membentuk beta-karoten, sumber vitamin A. Beras ini diciptakan untuk mengurangi kekurangan vitamin A, yang mempengaruhi sekitar 250 juta anak di bawah usia 5 tahun di berbagai belahan dunia. Pembunuhan dunia, terutama di negara berkembang yang sebagian besar bahan pangan utamanya adalah beras (yang terbuat dari beras).